Sudah Disuntik Booster, Sekjen PBB Terpapar Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres terpapar virus corona pada Selasa (7/12). Kabarnya Guterres tertular dari seorang pejabat PBB yang lebih dulu positif Covid-19.

“Guterres akan menjalani isolasi selama beberapa hari ke depan. Ia telah membatalkan pertemuan tatap muka yang akan datang,” demikian dikatakan seorang sumber diplomatik, melansir France24.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menolak berkomentar mengenai kondisi Guterres. Dujarric mengindikasikan beberapa hari yang lalu bahwa Guterres belum lama ini menerima dosis ketiga dari vaksin anti-coronavirus.

Guterres seharusnya menjadi tamu kehormatan Asosiasi Pers PBB pada gala tahunannya di Manhattan dan akan berpartisipasi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang tantangan terorisme dan perubahan iklim, yang dipimpin oleh Presiden Niger, Mohamed Bazoum.

Bazoum, yang negaranya saat ini memegang kursi kepresidenan dewan, tiba di New York pada Selasa (7/12) dan diperkirakan akan berada di Amerikas Serikat (AS) hingga akhir pekan, ketika dia menuju ke Washington.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini