Suarez Sakit Hati dengan Perlakuan Barcelona

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Luis Suarez sakit hati dengan perlakuan Barcelona. Itu sebabnya, Suarez tak ragu menerima pinangan Atletico Madrid.

Suarez dipaksa angkat kaki dari Camp Nou karena tak masuk dalam rencana pelatih Ronald Koeman. Setelah enam musim di Barcelona dan memberikan banyak kontribusi, pemain asal Uruguay bak habis manis sepah dibuang.

Selama enam musim, Suarez mencatatkan 198 gol dari 283 penampilan. Bahkan, mantan pemain Liverpool tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjangs sejarah klub setelah Lionel Messi dan Cesar.

Meski masih terikat kontrak satu tahun lagi, Suarez akhirnya memilih pindah ke Atletico Madrid dengan durasi kontrak dua tahun. Perlakuan Barcelona kepada Suarez memantik amarah Messi dan secara terbuka mengkritik cara Blaugrana memperlakukan pemain 33 tahun itu.

“Keluarga ini melihat saya bahagia. Ada beberapa hal aneh di Barcelona, contohnya meminta Anda latihan terpisah karena tak masuk dalam rencana musim depan,” ujar Suarez, dikutip dari Mirror, Jumat 9 Oktober 2020.

“Hal-hal seperti itu membuat saya merasa buruk dan keluarga saya melihat saya terpengaruh dengan situasi tersebut. Jadi, mereka meminta saya mengambil kesempatan yang ada. Ketika Atletico Madrid datang dengan tawaran, sedikit pun tak ada ragu dalam hati saya,” katanya.

“Dengan perubahan ini, jelas ada banyak hal baru yang harus mulai dibiasakan. Tapi, saya merasa sangat bahagia di Atletico,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini