Sri Mulyani Pastikan Gaji Kepala Desa Setara PNS Cair Awal 2020

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Janji pemerintah untuk meyetarakan gaji kepala dan perangkat desa selevel pegawai negeri sipil (PNS) bakal terwujud tahun depan. Hal itu dipastikan oleh oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kalau untuk 2020, gaji perangkat desa setara PNS pasti mulainya Januari karena itu sudah mulai direncanakan dalam anggaran,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu 20 Februari 2019.

Ia mengatakan pada tahun ini pihaknya bakal menyiapkan desain anggaran agar kapasitas fiskal setiap daerah mumpuni untuk mewujudkan rencana tersebut. Saat ini, diakui Sri Mulyani, setiap daerah memiliki kapasitas fiskal yang berbeda-beda.

“Pada 2019 ini yang dilakukan adalah agar desain siltap (penghasilan tetap) perangkat desa tidak menciptakan gangguan dalam anggaran,” katanya.

Salah satu yang akan dilakukan pemerintah, memasukkan komponen kebutuhan anggaran siltap dalam perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU). Daerah kemudian dapat melaksanakan transfer Anggaran Dana Desa (ADD) yang antara lain digunakan untuk membiayai siltap perangkat desa.

“Dengan demikian, mereka (daerah, red) mampu membayarkan siltap perangkat desa. Karena ini masih ditengah jalan, jadi kami juga akan lihat transisinya,” katanya.

Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho menyebut kepala desa dan perangkat desa lainnya nantinya dapat mengaji antara Rp 2,02-3,82 juta.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penyetaraan gaji kepala desa dan perangkat desa lainnya bisa dilakukan pada Maret 2019.

Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Menteri Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Eko Putro dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.


Berita Terbaru

Hilirisasi Pertanian sebagai Jalan Ganda: Kurangi Impor, Naikkan Ekspor

Oleh : Lailani FitriSektor pertanian selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional sekaligusfondasi ketahanan pangan Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi global, perubahan iklim, sertatantangan rantai pasok internasional, penguatan sektor pertanian tidak lagi cukup hanyaberorientasi pada peningkatan produksi. Indonesia membutuhkan transformasi yang lebihmenyeluruh melalui hilirisasi pertanian agar setiap komoditas yang dihasilkan mampumemberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, industri, dan negara. Hilirisasi pertanianmenjadi jalan ganda yang strategis karena tidak hanya mampu mengurangi ketergantunganterhadap impor, tetapi juga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar ekspor.Selama bertahun-tahun, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa tingginya ketergantunganterhadap sejumlah komoditas pangan tertentu. Kebutuhan terhadap kedelai, bawang putih, maupun beberapa komoditas strategis lainnya masih belum sepenuhnya dipenuhi dari produksidalam negeri. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global, gangguan distribusi internasional, serta perubahan kebijakan negara pemasok. Oleh karena itu, upaya memperkuat produksi nasional harus berjalan beriringan dengan pengembangan inovasidan hilirisasi agar komoditas dalam negeri memiliki produktivitas, kualitas, dan nilai ekonomiyang semakin tinggi.Langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengumpulkan civitas akademikaUniversitas Gadjah Mada untuk memperkuat kolaborasi inovasi dan hilirisasi pertanianmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang modern dan berkelanjutan. Pertemuan yang melibatkan rektor, dekan, guru besar, peneliti, hingga mahasiswaklaster agro tersebut mencerminkan kesadaran bahwa pembangunan pertanian memerlukanketerlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menghadirkan solusi yang mampu menjawabtantangan sektor pertanian nasional.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini