Solskjaer Marah-marah soal Jadwal, Klopp Ikut Membela

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tak kaget Ole Gunnar Solskjaer mengkritik jadwal kick-off pertandingan Manchester United. Bagi Klopp, apa yang dialami MU sebuah tindakan kejahatan.

Solskjaer mengeluhkan jadwal pertandingan MU saat mengalahkan Everton 3-1. Setan Merah baru melakoni perjalanan dari Turki dan tiba di Manchester Kamis pagi.

Kemudian, MU harus main lagi hari Sabtu jam 12.30 waktu setempat. Waktu istirahat yang sangat mempet membuat Solskjaer berang. Pelatih asal Norwegia menilai, harusnya MU bermain di hari Minggu agar bisa mendapat tambahan istirahat 24 jam.

Usai Liverpool bermain imbang 1-1- dengan Manchester City, Minggu 8 November 2020 di Stadion Etihad, Klopp mendukung apa yang diucapkan Solskjaer.

“Para pemain kelelahan. Tidak seharusnya ada tim yang baru bermain Rabu malam kemudian main lagi Sabtu pukul 12.30. Kalau mainnya Minggu, tidak masalah,” ujar Klopp, dikutip dari BBC, Senin 9 November 2020.

“Liga Premier Inggris harus berubah. Anda ingin sepak bola bagus? Berikan para pemain beberapa jam lebih lama untuk istirahat. Para pemain butuh istirahat. Ini masa-masa yang sulit,” katanya.

“Saya dengar apa yang dikatakan Ole kemarin, dan 100 persen saya bisa memahaminya. Kami dalam situasi jadwal terlalu padat. Kami ingin main sepak bola. Tapi setelah main Rabu malam kemudian main lagi Sabtu pukul 12.30 adalah tindakan kejahatan dan kami harus mengubahnya,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini