Solok Selatan Tanggap Darurat Gempa

Baca Juga

MINEWS.ID, PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menetapkan masa tanggap darurat akibat gempa
selama 14 hari . Data terakhir jumlah korban luka 55 orang.

“Bencana gempa mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar karena banyak rumah warga rusak,” kata Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, di Padang Aro.

Masa itu akan digunakan Pemerintah Solok Selatan untuk memulihkan kondisi akibat gempa.

Hal yang harus dikerjakan pemerintah adalah menjamin penampungan pengungsi yang layak terutama dari sisi ketersediaan logistik. Menurutnya banyak rumah warga kabupaten itu yang rusak dari sedang hingga berat.

Dalam pembangunan kembali, Bupati memerintahkan jajarannya untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah itu. Tak perlu harta, bisa juga memberi semangat untuk bangkit.

Dia juga memerintahkan seluruh persediaan tenda yang ada baik milik BPBD, Dinas Sosial maupun PMI dan Pramuka dikerahkan ke lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan Johny Hasan Basri mengatakan data terakhir akibat gempa 398 rumah warga rusak yang terdiri dari rusak ringan 182 unit, rusak sedang 121 unit serta 95 rusak berat yang tersebar di tiga Kecamatan.

Untuk fasilitas umum yang rusak sebanyak 14 unit yang terdiri dari tiga fasilitas kesehatan, enam sekolah dan empat tempat ibadah.

Sedangkan warga yang mengungsi tercatat sebanyak 192 jiwa dari 42 Kepala Keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Novirman menyebutkan, korban luka sebanyak 55 orang yang dengan rincian wilayah Puskesmas Mercu 37 orang, Puskesmas Abai 11 orang,

Puskesmas Talunan lima orang, Puskesmas Bidar Alam 2 orang dimana satu orang rujuk ke RSUD.

Berita Terbaru

Bupati Sleman Resmikan Gen Z Institut Sleman: Harapan Besar Generasi Z Membangun Sleman Sembada

Sleman, 16 Juli 2024 – Kabupaten Sleman menyaksikan sebuah tonggak penting dalam pemberdayaan generasi muda dan perempuan dengan peluncuran...
- Advertisement -

Baca berita yang ini