Soal Tak Ada Menteri Asal Papua, Ini Jawaban Istana

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Istana Negara angkat bicara terkait tidak ada menteri kelahiran atau asal Papua dalam Kabinet Indonesia Maju yang baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu tidak sesuai dengan pernyataan Jokowi yang ingin mengangkat menteri asal Papua. Namun, berdasarkan susunan kabinet Indonesia Maju, ada menteri yang mengklaim berasal dari Fakfak, yakni Bahlil Lahadalia yang menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM).

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden, Mochammad Fadjroel Rahman mengatakan pemilihan menteri tidak hanya didasarkan pada suku, agama, ras, dan antargolongan saja.

“Presiden menyatakan bahwa ini adalah mewujudkan kabinet yang terdiri dari putra-putri terbaik Indonesia,” kata Fadjroel.

Ia menjelaskan bahwa presiden tidak lagi membeda-bedakan identitas pemegang jabatan menteri dan jabatan lainnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya enggan berkomentar banyak terkait janji Jokowi tersebut. Ia meminta agar masyarakat menanyakan langsung kepada Jokowi.

Pada 11 Oktober 2019, Jokowi memastikan orang asli Papua akan kembali menjadi menteri dalam kabinet pada periode kedua kepresidenannya. Namun, Jokowi masih enggan menyebut sosok orang Papua akan diangkat menjadi menteri.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini