Siapkan Dana Ratusan Triliun, Presiden Amerika Bakal Ganti Kendaraan Dinas jadi Mobil Listrik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden makin serius untuk penggunaan kendaraan listrik di negaranya untuk menekan polusi karbon.

Dirinya memiliki rencana untuk menggunakan mobil listrik di kalangan pemerintah dalam beberapa waktu mendatang.

Dilansir carbuzz, pernyataan Joe Biden menjelaskan bahwa hal ini adalah langkah Amerika menuju netralitas karbon dan mendukung kendaraan tanpa emisi pada 2035.

Untuk itu, pemerintah Amerika Serikat bakal membeli sebanyak 60.000 unit mobil listrik untuk menggantikan kendaraan operasional konvensional para anggota parlemen.

“Pemerintah Federal akan bekerja dengan beberapa pihak untuk mengubah armadanya menjadi kendaraan tanpa ameisi terbesar di negara ini, mencapai 100 persen untuk mengakuisisi kendaraan tanpa emisi pada 2035 mendatang,” tulis pernyataan pemerintah.

Berdasarkan data yang dirilis Administrasi Umum, pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan daya sebesar 4,4 miliar US dolar atau setara dengan Rp 63,2 triliun untuk kendaraan federal pada 2019 dan menghabiskan bahan bakar minyak sebesar 1,4 miliar liter lebih.

Sementara dana yang mereka gelontorkan untuk membeli mobil listrik sebanyak 60.000 unit ini adalah menghabiskan budget sebesar 650 miliar US dolar. 

Berikut daftar penjualan mobil listrik periode Januari-Oktober 2021 berdasarkan data wholesale Gaikindo:

Hyundai Kona EV 349 unit

Hyundai Ioniq 228 unit

Nissan LEAF 26 unit

Lexus UX300e 22 unit

Toyota COMS EV 20 unit

Toyota C+Pod 7 unit

DFSK Gelora E 2 unit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini