Shin Tae-yong: Timnas Indonesia Mau Juara? Benahi Kompetisi Dalam Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Shin Tae-yong percaya dengan kemampuan timnas Indonesia meraih prestasi. Tapi, dia meminta agar kompetisi dalam negeri dibenahi.

Indonesia gagal lagi menjadi juara Piala AFF setelah ditaklukkan Thailand dengan agregat 2-6. Hasilnya tak terlalu mengecewakan, karena Skuat Garuda tampil dengan mayoritas pemain muda.

Sejak awal, Indonesia tidak diperhitungkan bisa berbuat banyak di Piala AFF 2020. Tapi, Asnawai Mangkualam dan kawan-kawan menunjukkan semangat juang luar biasa hingga bisa masuk ke final.

Shin Tae-yong menilai, Thailand memang layak menjadi juara. Pasalnya, kompetisi dalam negeri mereka berkualitas sehingga menghasilkan tim nasional yang kuat.

“Thailand jelas kuat. Liga Thailand ada di peringkat pertama di Asia Tenggara. Tidak mudah meningkatkan level tim nasional jika liga domestik tidak mendukungnya,” katanya.

Shin Tae-yong berharap kompetisi dalam negeri Indonesia melakukan pembenahan jika ingin memiliki timnas yang kuat.

“Performa liga dan tempo pertandingan harus ditingkatkan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini