Shin Tae-yong Panggil Dua Pemain Baru TC Timnas Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memanggil dua pemain baru untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) persiapan SEA Games 2021. Dua pemain itu adalah Salman Alfarid (Persija Jakarta) dan Rizky Pellu (PSM Makassar).

TC Timnas Indonesia persiapan SEA Games 2021 digelar mulai dari 8 hingga 28 Februari. Salman sudah bergabung bersama skuat Garuda sejak akhir pekan lalu. Sedangkan Rizky Pellu akan bergabung Selasa 16 Febrruari. Kedatangan Rizky bersamaan dengan datangnya duo pemain dari Papua yakni Osvaldo Haay dan Braif Fatari.

Salman Alfarid bersama Rizky Pellu menggantikan Firza Andika dan Tegar Infantrie. Dua pemain tersebut tidak bisa bergabung pada TC kali ini karena sedng mengikuti pendidikan TNI Angkatan Udara (AU).

“Kami memanggil Salman dan Rizky untuk menambah komposisi pemain di TC ini. Semoga mereka cepat beradaptasi, bekerja keras dan menunjukkan performa terbaik,” kata Shin Tae-yong, di laman resmi PSSI, Selasa 16 Februari 2021.

“Kami terus fokus untuk meningkatkan stamina, fisik dan juga organisasi permainan,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.

Sementara itu, Salman tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Pemain berusia 19 tahun ini merasa bangga dan siap memberikan yang terbaik untuk lambang Garuda di dada.

“Saya senang dapat mengikuti TC bersama timnas yang levelnya lebih tinggi. Saya menikmati materi latihan dari tim pelatih, proses adaptasi tidak ada masalah karena ada beberapa pemain timnas u-19 lainnya disini dan pemain-pemain senior yang membantu kami,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini