Setelah Depok, 3 Pasar Muamalah Ditemukan di Bantul DIY

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah heboh berdirinya pasar muamalah di Depok, Jawa Barat baru-baru ini yang bertransaksi menggunakan mata uang dinar dan dirham, pasar serupa pun ditemukan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bahkan, jumlah pasar muamalah di Bantul jumlahnya tiga, tersebar di beberapa titik di wilayah tersebut.

“Sejauh ini di kabupaten lain belum ada kecuali di Kabupaten Bantul,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Apriyanto, Jumat 5 Februari 2021.

Yanto menjelaskan, pasar tersebut tersebar di tiga lokasi, yakni Kecamatan Sedayu, Desa Trirenggo dekat RSUD Panembahan Senopati, dan Jalan Parangtritis km 4,3 Saman, Desa Bangunhargo.

Pasar ini tidak dibuka setiap hari. Konsep pasar berubah menjadi muamalah hanya ketika memasuki hari Minggu Legi saja, sementara hari lainnya tetap memakai rupiah sebagai alat tukar.

“Tapi di hari-hari biasa tidak menutup kemungkinan mereka juga menerima mata uang dinar dan dirham juga,” ujar Yanto.

Pemda DIY sementara ini hanya mengambil tindakan dengan pendekatan yang lebih halus, yakni meminta para pedagang hingga pengelola pasar agar tidak memakai mata uang asing, karena hal tersebut melanggar UU Nomor 7 Tahun 2011.

“Kalau hanya untuk memberdayakan UMKM tidak masalah asal mata uangnya jangan mata uang asing. Silakan mengembangkan UMKM, tapi kalau menggunakan selain mata uang rupiah ya terpaksa kita melaksanakan tindakan,” kata Yanto

Sebelumnya, polisi membongkar dan menutup paksa pasar muamalah di Depok. Pihak penggagas pasar tersebut, yakni Zaim Saidi pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas tuduhan melanggar Pasal 9 UU Nomor 1/1946 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Negara dan Masyarakat Menjaga Stabilitas Papua

Oleh: Markus Wenda* Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunandan kesejahteraan masyarakat di setiap wilayah Indonesia, termasuk Papua yang memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional. Dalam beberapa tahunterakhir, negara terus menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan masyarakatPapua dapat menjalankan aktivitas kehidupan secara aman, produktif, dan penuhharapan. Melalui penguatan keamanan yang profesional serta percepatanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah menghadirkan kebijakan yang bertujuanmenciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan daerah.  Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf Wirya Arthadiguna menegaskan bahwaaparat keamanan terus memperkuat pengamanan wilayah guna menjamin keselamatanmasyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh personel yang bertugas di Papua menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan berorientasi pada perlindunganmasyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di berbagai wilayah merupakanbentuk nyata komitmen negara untuk memastikan masyarakat Papua dapatmenjalankan kehidupan sehari-hari dengan rasa aman dan penuh kepercayaanterhadap masa depan daerahnya. Selain menjaga keamanan masyarakat di kawasan permukiman, negara juga menunjukkan perhatian serius terhadap perlindungan berbagai objek vital yang memilikiperan penting bagi kehidupan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukanadalah pengamanan bandara perintis di berbagai wilayah pedalaman Papua. Bandara-bandara tersebut menjadi jalur vital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini