Setelah Ciremai, Kini Hutan di Gunung Sumbing Ikut Terbakar

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Setelah hutan di Gunung Ciremai, Jawa Barat terbakar dalam lebih sepekan terakhir, kini api juga mulai menghanguskan kawasan hutan di Gunung Sumbing, Jawa Tengah.

Terpantau, hutan di lereng selatan Gunung Sumbing mulai terbakar hari ini, Selasa 13 Agustus 2019, setelah api duluan melahap area hutan Petak 28-E dan 29-1 di wilayah Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Wonosobo.

Menurut Asisten Perhutani BKPH Wonosobo, Supriyono, titik api ini pertama kali muncul di perbatasan hutan Magelang dan Wonosobo

“Hari ini muncul titik api lagi di sebelah timur, perbatasan hutan Magelang,” ujar Supriyono.

Sementara menurut anggota Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sabarno, kebakaran hutan di Gunung Sumbing tergolong sangat besar.

Ia mengatakan area yang terpantau terbakar saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang. Berdasarkan pemetaan, kebakaran tersebut terjadi di area seluas dua hektare di Petak 28-E dan area seluas 40 hektare Petak 29-1.

Saat ini petugas tengah berupaya memadamkan api yang kian berkobar.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini