Setelah Benyamin Sueb Nyanyi, Ondel-Ondel pun Jadi Ikon Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Semua orang juga tahu “Ondel-ondel” adalah budaya khas Jakarta. Tetapi pasti banyak yang tidak tahu penciptanya adalah seorang seniman Betawi yang kondang, Benyamin Sueb.

Sebelum tahun 1971, arak-arakan dua boneka super besar dengan dandanan khas Betawi tersebut dinamai Barong.

Budayawan Bekasi Guntur Elmogas pernah mengungkapkan bahwa kesenian barong itu terpengaruh atraksi barongsai dari suku Cina.

Saat itu barong tidak untuk atraksi pertunjukkan tetapi sebagai pengusir roh jahat sehingga mereka sering dipasang di depan rumah. Tujuannya agar pemilik rumah tidak diganggu roh-roh tersebut.

Setelah Bang Ben, begitu Benyamin sering dipanggil, menyanyikan Lagu “Ondel-Ondel” ciptaan Djoko Subagyo pada 1971, entah bagaimana mulanya, barong itu berubah nama menjadi Ondel-Ondel.

Bukan hanya namanya, fungsinya juga berubah. Tidak lagi sebagai penghalang roh jahat tetapi sudah menjadi bagian atraksi hiburan dengan musik gambang kromong khas Betawi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini