Sengaja Rusak 500 Dosis Vaksin Covid-19, Apoteker Ini Diringkus Aparat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Departemen Kepolisian Grafton di Kota Milwaukee, negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat menangkap seorang apoteker yang dilaporkan sengaja merusak lebih 500 dosis vaksin Covid-19.

Mengutip LA Times, Jumat 1 Januari 2020, apoteker yang tercatat pernah bergabung di Advocate Aurora Health Care tersebut, merusak vaksin dengan cara mengeluarkan dari mesin pendingin selama dua malam.

Polisi menyebut, motif apoteker sengaja merusak vaksin itu tidak jelas. Ia ditangkap atas dugaan sengaja melakukan tindakan membahayakan, memalsukan resep obat, dan kejahatan perusakan properti.

Saat ini, apoteker itu sudah dijadikan tersangka dan ditahan oleh kepolian. Penyelidik meyakini tersangka tahu dosis vaksin yang rusak tak akan berguna dan orang yang menerimanya akan berpikir dia telah divaksin padahal belum.

Sementara menurut Kepala Medis Advocate Aurora Health Care Jeff Bahr, apoteker itu mengeluarkan sebanyak 57 botol kaca vaksin Moderna dari lemari pendingin pada 24-25 Desember.

Kemudian, pada 25-26 Desember 2020, si apoteker kembali melakukan hal serupa. Jika ditotal, botol vaksin Moderna yang dia rusak, bisa menyuntik sekitar 570 orang.

Kepolisian Grafton, yang berjarak sekitar 32 kilometer utara Milwaukee, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya, FBI, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) sedang gencar menyelidiki kasus tersebut. Polisi mengatakan mereka mendapatkan laporan terkait kasus ini pada Rabu malam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini