Semangat, Sean Gelael Akhirnya Kantongi 3 Point dari Austria

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah menyelesaikan balapan hari Minggu atau sprint race (SR), 12 Juli 2020, pebalap Indonesia Sean Gelael akhirnya berhasil mengantongi tiga point. Satu point karena Sean berhasil finis di posisi 10 pada feature race (FR), sedangkan 2 point karena dia bisa menyelesaikan balapan di posisi 7 pada SR.

Perolehan tiga poin itu jelas merupakan sebuah kemajuan besar anak lelaki pasangan Ricardo Gelael dan Rini S Bono yang tergabung dalam Tim DAMS. Sebab, pada seri sebelum juga di Sirkuit Red Bull Ring Austria, Sean tidak memperoleh angka di dua balapan itu, FR maupun SR.

“Senang akhirnya semua target terpenuhi. Mobil enak dikendarai sehingga saya pun bisa nyaman ada di dalam perolehan poin. Terima kasih buat tim yang telah bekerja keras,” kata Sean, Minggu.

Setelah menyelesaikan balapan di Sirkuit Red Bull Ring yaitu GP Austria dan GP Styria, selanjutnya Sean Gelael dan tim yang didukung penuh Jagonya Ayam itu akan menghadapi tantangan di balapan seri tiga di Sirkuit Hungaroring, Hungaria,17-19 Juli.

Posisi pertama balapan itu diraih pebalap Rusia berusia 20 tahun, Robert Shwartzman, dari Tim Prema. Robert mengoleksi 48 point.

Sementara rekan satu tim Sean, D. Ticktum berada di posisi keempat dengan perolehan angka 36.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini