Sekolah Garuda Hadir dengan Skema Beasiswa Penuh di Tahun Pertama

Baca Juga

MataIndonesia, Jakarta – Pemerintah resmi menghadirkan Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada tahun pertama penyelenggaraannya, Sekolah Garuda memberikan beasiswa penuh atau 100 persen kepada seluruh murid yang diterima. Kebijakan ini diharapkan membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda terbaik bangsa untuk memperoleh pendidikan menengah berkualitas tinggi dan berdaya saing global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah. Menurutnya, pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui pendidikan yang unggul dan inklusif.
“Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” tutur Menteri Brian.

Lebih lanjut, Brian menjelaskan bahwa program Beasiswa Garuda dirancang untuk menyeleksi talenta terbaik bangsa agar dapat mengenyam pendidikan kelas dunia. Pemerintah juga menyiapkan perluasan skema studi lanjutan. Mulai 2026, kesempatan belajar akan diperkuat melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

“Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” jelas Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menekankan bahwa proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif, transparan, dan terbuka bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang daerah. Prinsip meritokrasi menjadi landasan utama agar kesempatan yang sama dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa beasiswa 100 persen diberikan khusus pada tahun pertama. Pada tahun-tahun berikutnya, pemerintah tetap memberikan dukungan beasiswa sekurang-kurangnya 80 persen bagi murid Sekolah Garuda. Kebijakan ini dinilai cukup untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus mendorong kemandirian siswa.

Ardi juga mengungkapkan bahwa pemerintah menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi siswa Sekolah Garuda. Fasilitas tersebut mencakup pemetaan kemampuan Bahasa Inggris, pendampingan akademik, serta fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

“Nanti ada fasilitasi pendaftaran untuk ke perguruan tinggi luar negeri terutama yang memang harus aplikasi untuk mendapatkan letter of acceptance (LoA),” ujarnya.

Terkait penerimaan murid baru, Ardi menegaskan bahwa Sekolah Garuda terbuka bagi seluruh anak Indonesia yang memiliki tingkat kecerdasan luar biasa. Seluruh anak dari daerah mana pun dapat mendaftar selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Dengan skema ini, Sekolah Garuda diharapkan menjadi motor lahirnya generasi unggul yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat global. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini