Sedikitnya 91 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Semenanjung Arab, Yaman

Baca Juga

MATA INDONESIA, YAMAN – Negara di Kawasan Arab, Yaman, diterpa banjir bandang selama beberapa pekan yang mengakibatkan 91 orang tewas serta puluhan orang lainnya terluka.

Menurut laporan CARE, sebuah lembaga bantuan internasional yang dikutip Antara, Provinsi Hajjah dan Mahweet di Yaman barat laut dan Marib di Yaman tengah mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang tersebut.

Di Marib lebih dari 12 ribu keluarga mengalami nasib yang paling memprihatinkan karena i 190 tempat mereka mengungsi hancur lebbaih dihajar banjir bandang.

Tenda-tenda tempat mereka berteduh serta makanan dan barang-barang mereka dihanyutkan banjir itu.

Saat ini, negara dengan instalasi kesehatan yang parah akibat perang tersebut, dihantui dengan penyebaran penyakit saat banjir.

Penyakit-penyakit itu seperti kolera dan diare yang meningkat pada musim hujan dan perang sipil yang merusak sistem kesehatan negara tersebut.

Bencana itu juga melumpuhkan sebagian besar infrastruktur untuk air bersih dan sanitasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini