Seberapa Efektif PSBB Bodebek? Begini Kata Gugus Tugas Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekretaris sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad menjawab pertanyaan masyarakat mengenai seberapa ampuhnya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dalam menekan angka korban corona.

Menurut Daud, PSBB Bodebek ini diproyeksikan bisa menekan sampai 50 persen angka penyebaran Covid-19 di tiga wilayah tersebut.

“Artinya angka para penderita positif bisa menurun setiap hari. Kalau misal 30 orang bisa jadi 15 orang, terus turun,” kata Daud, Rabu 15 April 2020.

“Kuncinya disiplin dan pergerakan dikurangi, masyarakat bisa melakukan itu,” ujarnya menambahkan.

Ia menegaskan, masyarakat harus mengikuti prosedur dan protokol terkait pemberlakuan PSBB di Bodebek. Jika masyarakat mengabaikannya, maka proyeksi PSBB tidak akan tercapai maksimal.

“PSBB merupakan metode untuk menurunkan dan mencegah penyebaran COVID-19,” ucapnya.

Di samping itu, Daud melihat pergerakan masyarakat ke wilayah Bodebek pada hari pertama pemberlakuan PSBB mulai berkurang. Dari pantauannya, terjadi penurunan volume jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Bogor melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini