Seberapa Besar Persentase Kerusakan Uang yang Bisa Diganti oleh Bank?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sering mengalami kerusakan uang? Misalnya karena sobek, terbakar, atau dimakan rayap. Lantas apakah bisa diganti dengan nominal yang sama ke bank?

Menjawab hal ini, Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa untuk masalah tersebut masih bisa mendapatkan ganti ruginya dari pihak perbankan. Umumnya ke Bank Indonesia atau ke bank-bank besar milik pemerinta seperti BRI, BNI hingga BTN.

Syarat yang pertama adalah uang tersebut adalah uang asli. “Biasanya saat menukarkan ke bank,mereka punya alat khusus untuk deteksi apa uang tersebut asli atau tidak,” ujarnya kepada Mata Indonesia News, Rabu 21 Agustus 2019.

Syarat berikutnya, kata Ibrahim, nomor serinya masih terbaca. Jadi meski sudah hilang sebagian atau sekitar 70 persen kerusakan masih bisa ditukarkan.

Bahkan kata Ibrahim, untuk uang kertas yang sudah lewat masa berlakunya, masih bisa ditukar dengan nominal yang sama. Tapi perlu mengisi sejumlah formulir yang disediakan oleh pihak perbankan.

“Jadi untuk masyarakat tak perlu cemas kalau ada uang kertas yang rusak. Silahkan bawa ke perwakilan Bank Indonesia daerah setempat atau ke bank-bank besar milik negara dan bisa ditukarkan di sana,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini