Satu Terduga Teroris di Palembang Ditangkap Densus 88

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Densus 88 Antiteori Polri mengamankan satu orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah di Palembang pada Senin 30 November 2020.

Menurut Kapolda Sumatra Selatan Irjen Eko Indra Heri, penangkapan terjadi di Perumahan Talang Kelapa, Sukarami, Palembang.

“Iya, benar ada penangkapan. Satu orang terduga, laki-laki,” kata Irjen Eko, seperti dikutip dari Detikcom.

Namun, Eko belum bisa memastikan apakah penangkapan teroris di Palembang ini, ada hubungannya dengan aksi keji pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Pihak kepolisian juga belum mengungkap identitas terduga teroris yang diamankan itu. Kini, teroris tersebut sudah diterbangkan ke Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini