Sah, Jepang Punya Perdana Menteri Baru!

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Jepang resmi memiliki Perdana Menteri baru setelah mengklaim suara mayoritas di kedua majelis parlemen. Ialah Fumio Kishida yang menggantikan peran Yoshihide Suga yang menyatakan mundur dari pemerintahan.

Kishida, mantan Menteri Luar Negeri dengan citra sebagai pembangun konsensus yang rendah hati, mengalahkan tiga pesaing pekan lalu untuk memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) dan menjadi perdana menteri karena memiliki mayoritas di parlemen.

“Dia (Kishida) akan membubarkan parlemen pada 14 Oktober dan akan mengumumkan pemilihan dalam konferensi pers pertamanya sebagai perdana menteri pada Senin,” kata televisi NHK, melansir Reuters, Senin, 4 Oktober 2021.

Dalam pidatonya pada pekan lalu, Kishida berkomitmen akan terus memerangi pandemi Covid-19 yang telah menghancurkan perekonomian Negeri Sakura.

“Krisis nasional kita terus berlanjut. Kita harus terus bekerja keras dalam penanggulangan virus corona dengan tekad yang kuat, dan kita perlu menyusun paket stimulus puluhan triliun yen pada akhir tahun ini,” kata Fumio Kishida, melansir Reuters (29/9).

Kishida mengalahkan mantan Menteri Pertahanan dan Luar Negeri Taro Kono, yang dipandang sebagai orang yang blak-blakan, dalam pemilihan putaran kedua. Dua pesaing perempuan, Sanae Takaichi, 60, dan Seiko Noda, 61, keluar setelah putaran pertama.

Surat kabar di Jepang juga mengabarkan bahwa dari 20 jabatan, sebanyak 13 di antaranya akan diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman di kabinet. Ini sejalan dengan janji Kishida untuk memberikan kesempatan kepada wajah baru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini