Saat Polisi Ikut Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga di Tengah Pandemi Covid 19

Baca Juga

MATA INDONESIA JAKARTA – Semua elemen masyarakat saat ini bahu membahu dan bergotong royong ikut mengurai tekanan sosial ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Beberapa anggota polisi di daerah ikut menjadi pelopor membantu persoalan masyarakat diluar masalah keamanan.

Contohnya yang dilakukan seorang anggota kepolisian di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Ia menggandeng Program 10 Rumah Aman dan Pustaka Bergerak, aktif menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Menjadi Pendiri Kelas Anak Indonesia, member Pustaka Bergerak, Bripka Hadi S Sitanggang pun aktif menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayahnya. Zona aktivasinya ada di Kelurahan Kota Baringin dan Huta Tonga-Tonga, Sibolga Kota, Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). ”Kami di sini terus fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Ada banyak aktivitas yang dijalankan. Selain menjalankan protokol kesehatan, kami juga mengurai dampak ekonominya. Dengan begitu, tetap ada jaminan perekonomian bagi keluarganya sembari menunggu pandemi Covid-19 selesai,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baringin, Polres Sibolga, Polda Sumut, Bripka Hadi S Sitanggang.

Memberikan jaminan pendapatan bagi keluarga, ada empat program penanganan ekonomi yang digulirkan pada dua kelurahan tersebut. Komposisinya terdiri dari, Pertanian, Pergadangan Buah, Dapur Umum, hingga Donasi Sembako. Hadi yang akrab disapa Mister ini menambahkan, kelanjutan perekonomian keluarga jangka panjang tetap diperhatikan.

”Terkena efek pandemi Covid-19, ada banyak warga yang akhirnya menganggur. Mereka ini kehilangan pendapatannya. Untuk itu, kami coba tawarkan potensi usaha lain jangka panjang yang menjanjikan. Respons mereka bagus. Meski demikian, kami tetap berikan paket bantuan jangka pendek,” katanya.

Untuk memberikan alternatif usaha jangka panjang, usaha Pertanian pun digalakan. Peminatnya ada 10 Kepala Keluarga. Mereka memanfaatkan lahan pekarangannya dengan luasan rata-rata 20 X 20 Meter. Adapun jenis komoditi yang ditanam berumur pendek, seperti Bayam Merah. Adapun Perdagangan Buah sementara diminati satu orang. Komoditi yang ditawarkan Jambu Batu, modalnya Rp 200 ribu.

Semakin menarik, mereka juga membuka Dapur Umum. Melibatkan para pemilik usaha kuliner yang terhenti sementara, setiap harinya ada 175 hingga 300 paket bungkus nasi yang dibagikan. Semakin lengkap, mereka juga tetap menggulirkan program Donasi Sembako.

Untuk Donasi Sembako menyasar 20 Kepala Keluarga yang dianggap paling membutuhkan. ”Dengan kebersamaan ini, situasi masyarakat di wilayah kami sangat kondusif. Bagi yang berpuasa, tetap tenang beribadah. Secara umum, penanganan Covid-19 di wilayah kami bagus. Apalagi, kami juga mendapat bantuan dari Yayasan 10 Rumah Aman. Bentuknya Thermo Gun, Masker, Sarung Tangan, dan Striker. Distribusi kepada masyarakat sudah dilakukan dan pencatatan suhu tubuhnya rutin,” katanya.

Serupa Sibolga Kota, penanganan Covid-19 juga intensif dilakukan di Lambu Kibang, Tulang Bawang, Lampung. Sasarannya tiga Tiuh (Desa), seperti Palem Asri, Pagar Buana, dan Balan Jaya. Lokomotifnya, Brigpol Harianto selaku Pendiri Motorpustaka Bhabinkamtibmas, member Pustaka Bergerak.

Bersinergi bersama dengan Karang Taruna, Ibu PKK, dan Tim Kesehatan, seluruh protokol penanganan Covid-19 dijalankan.

”Beragam cara penanganan Covid-19 juga dilakukan di wilayah kami. Program pemberian sembako itu tetap berjalan, meski dengan beragam penyesuaian. Yang jelas, kami ucapkan terima kasih atas paket bantuan dari Yayasan 10 Rumah Aman,” kata Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lambu Kibang, Polres Tulang Bawang Barat, Brigpol Harianto.

Sama seperti daerah lain, wilayah Lambu Kibang juga mendapat beragam paket peralatan dari Yayasan 10 Rumah Aman. Bentuknya diantaranya, Thermo Gun lalu masing-masing dua lusin Sarung Tangan dan Masker hingga Stiker. Proses pengukuran suhu tubuh dilakukan rutin dan sementara masuk zona hijau Covid-19. Rata-rata suhu tubuh masyarakat di sana berada pada angka 36,4 derajat celcius.

Hal sama pun dilakukan Polsek Loli, Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Melalui Bripka Burhan yang juga Pendiri Motorpustaka Binmas Polsek Loli Waikabubak, beragam aktivitas dilakukan untuk memutus rantai Covid-19. Polisi yang kerap menjadi guru ini gembira mendapatkan paket bantuan dari Yayasan 10 Rumah Aman. Sebab, paket ini ditunggu sebagai jaminan wilayahnya tetap zona hijau Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini