Saat Mudik Lebaran, Tim Penjinak Bom Disiagakan di Pelabuhan Merak

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pasukan penjinak bahan peledak dan penjinak bom bakal disiagakan oleh Polres Cilegon di Pelabuhan Merak, Banten. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi aksi terorisme saat arus mudik.

Aksi terorisme dikatakan bisa terjadi kapan saja, terlebih saat posisinya ramai seperti arus mudik. “Tetap kita koordinasikan itu (pasukan jihdandak), karena kan tadi dikatakan aksi terorisme adalah poin penting yang kita fokuskan,” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi Eksternal di Mapolres Cilegon, Kamis 16 Mei 2019.

Berdadarkan tahun lalu, tindak kejahatan di Pelabuhan Merak diklaim minim bahkan hampir tidak ada. Meski demikian, polisi mengerahkan pasukan khusus memberantas tindak kejahatan jalanan seperti copet, jambret, dan begal.

Polisi menyiapkan tindak yang akan bertugas menyisir wilayah-wilayah yang dilalui para pemudik khususnya di dalam terminal dan Pelabuhan Merak.

“Tapi kalau kita tarik lagi memang curanmor dan rumah kosong, kita sudah siapkan Tim Jawara dari Reskrim dan Samapta sebagai tim tindak nanti saat H- maupun H+,” ujarnya.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini