Rusia Negara Damai, Tak Tertarik dengan Agresi

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Sekretaris Pers Presiden Rusia, Dmitry Peskov menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang mengatakan Moskow berencana menyerang negara lain sama sekali tidak berdasar.

“Tuduhan bahwa Rusia berencana untuk menyerang siapa pun dan menegur bahwa mereka berperilaku agresif sama sekali tidak berdasar dan salah,” tegas Dmitry Peskov kepada TASS, melansir Fars News.

“Rusia tidak pernah merencanakan, tidak berencana dan tidak akan pernah berencana untuk menyerang siapa pun. Rusia adalah negara yang damai, yang tertarik pada hubungan baik dengan tetangganya,” tegasnya.

Menurut Peskov, tuduhan tentang rencana agresif Rusia mungkin dimaksudkan untuk menyamarkan persiapan untuk skenario kekuatan di Donbass. Ia juga mencatat bahwa histeria anti-Rusia dihembuskan oleh media massa Amerika Serikat (AS), Inggris, serta Ukraina dan sang Presiden Vladimir Zelensky.

“Kami takut, dan kami telah mengatakan bahwa tuduhan ini mungkin dimaksudkan untuk menyembunyikan persiapan (Ukraina) sendiri untuk skenario kekuatan di Donbass. Itu akan menjadi kecerobohan total,” sambungnya.

“Kami pikir histeria ini, yang dikobarkan di media AS dan Inggris, di media massa Ukraina dan didukung oleh politisi Ukraina, termasuk kepala negara, sama sekali tidak dapat diterima,” lanjutnya.

Sekali lagi, Peskov menekankan bahwa Rusia adalah negara yang benar-benar damai yang tertarik pada hubungan baik dengan tetangganya dan tidak merencanakan agresi apa pun dan terhadap siapa pun.

“Pernyataan bahwa Rusia akan menyerang seseorang, serta celaan terhadap Rusia yang entah bagaimana berperilaku agresif, sama sekali tidak berdasar dan tidak benar pada intinya,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini