RUPSLB Sahkan Pahala dan Chandra, 4 Direksi BTN Angkat Kaki

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) atau Bank BTN akhirnya menunjuk Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama dan Pahala N. Mansury sebagai Direktur Utama. Penunjukan itu dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu 27 November 2019.

RUPSLB kali ini juga mencopot empat direksi lainnya. Mereka adalah Direktur Consumer Banking, Budi Satria; Direktur Compliance, R. Mahelan Prabantarikso; Direktur Comercial Banking Oni Febrianto Rahardjo; Dan Direktur Distribution & Network, Dasuki Amsir.

Chandra Hamzah menggantikan Asmawi Syam, sementara Pahala N. Mansury mengisi posisi yang sebelumnya dijalankan Oni. “Lalu ada keputusan empat direksi digantikan tiga nama, Pak Hirwandi, Pak Jasmine, dan Pak Wibowo. Jumlah direksinya ada delapan, jadi ada perampingan,” kata Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon LP Napitupulu.

Selain Chandra Hamzah, di jajaran komisaris, RUPSLB juga mengganti 4 komisaris lainnya. Komisaris lama yang dipertahankan hanya Eko D Heripoerwanto.

Berikut Susunan Pengurus Bank BTN hasil RUPSLB hari ini:

Direksi Bank BTN
Direktur Utama: Pahala Nugraha Mansury
Direktur Consumer dan Commercial Lending: Hirwandi Gafar
Direktur Finance, Planning, & Treasury: Nixon L. P. Napitupulu
Direktur Human Capital, Legal & Compliance: Yossi Istanto
Direktur Remedial and Wholesale Risk: Elisabeth Novie Riswanti
Direktur Operation, IT & Digital Banking: Andi Nirwoto
Direktur Distribution & Retail Funding: Jasmin
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics: Setiyo Wibowo

Para pejabat Bank BTN berfoto sebelum dimulainya rapat umum pemegang saham luar biasa di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta (27/11). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Dewan Komisaris Bank BTN
Komisaris Utama/Independen: Chandra Hamzah
Komisaris: Eko D. Heripoerwanto
Komisaris: Heru Budi Hartono
Komisaris: Andin Hadiyanto
Komisaris Independen: Armand B. Arief
Komisaris Independen: Ahdi Jumhari Luddin

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini