Rupiah Diramalkan Masih akan Melemah di Akhir Pekan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan trend pelemahan di akhir pekan, 13 Maret 2020.

Kemarin, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.522 per dolar AS atau melemah 1,18 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim pelemahan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.500-Rp 14.550 per dolar AS.

Ia mengatakan, pelemahan rupiah masih dipicu oleh kekhawatiran investor setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa kini virus corona alias Covid-19 merupakan pandemi.

Walau sejumlah bank sentral siap menggelontorkan stimulus, namun hal tersebut masih belum cukup menghapus keraguan pasar terhadap dampak virus corona di pasar global.

“Terlebih setelah Presiden Donald Trump mengumumkan larangan bagi pelancong dari 26 negara Eropa memasuki AS selama sebulan,’ katanya kemarin sore.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini