Rupiah Diramalkan Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Masih di Level 13 Ribu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan trend positif pada perdagangan Kamis 19 Desember 2019. Kemarin, rupiah berada pada posisi Rp 13.975 atau menguat 0,11 persen.

Menurut perkiraan Direktur Garuda Berjangka Ibrahim hari ini rupiah akan bergerak menguat pada kisaran Rp 13.955 hingga Rp 14.000 per dolar AS.

Ia mengatakan, keperkasaan rupiah hari ini ditopang oleh rangkaian sentimen dari luar negeri antara lain sebagai berikut.

Pertama, soal Brexit. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kian gencar membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.

“Bahkan ia berusaha menekan Brussels untuk bergerak lebih cepat untuk menandatangani kesepakatan. Johnson akan menggunakan kekuasaannya atas parlemen untuk melarang perpanjangan masa transisi Brexit setelah tahun 2020,” kata Ibrahim sore ini.

Kedua, soal suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed). Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan menegaskan bahwa suku bunga akan ditahan, kecuali jika ada perubahan besar dalam prospek ekonomi AS di tahun 2020 nanti.

Ketiga, soal damai dagang AS-Cina. Euforianya sudah memudar. Lembaga pemeringkat Fitch mengatakan kesepakatan itu meredakan ketegangan AS-Cina, tetapi peningkatan eskalasi tetap menjadi risiko yang signifikan.

Sementara dari dalam negeri, pergerakan mata uang garuda dibayangi oleh sikap investor yang optimis terhadap rilis data neraca perdagangan di November 2019 mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar AS. Namun angka defisit tersebut dinilai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018 yang mencapai 8,5 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2019 ini defisit dari Januari hingga November baru mencapai 3 miliar dolar AS.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini