Ronaldo Merapat ke Man City, MU Kebakaran Jenggot

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTERCristiano Ronaldo dikabarkan semakin dekat pindah ke Manchester City. Sebuah kabar yang membuat Manchester United kebakaran jenggot.

Juventus menawarkan Man City kesempatan merekrut Ronaldo. Kabarnya, The Citizens siap menawarkan kontrak berdurasi dua tahun dengan bayaran 12,8 juta Poundsterling per musim.

Bianconeri menawarkan Ronaldo senilai 25 juta Poundsterling. Sudah ada pertemuan antara agen Ronaldo, Jorge Mendes, dengan petinggi klub asal Manchester itu.

Juventus ingin melepas Ronaldo musim ini sebelum kontraknya habis musim depan. Klub asal Turin tak ingin pemain 36 tahun itu secara gratis.

Kabar ini tentu membuat MU terkejut. Apalagi Ronaldo kerap dikabarkan akan kembali ke Old Trafford. Pemain asal Portugal itu juga berkali-kali menyanjugn Setan Merah, tempat dia mengasah kemampuan dan berkembang jadi pemain terbaik dunia.

Mantan pemain MU yang sekarang melatih Derby County, Wayne Rooney sangat kecewa andai Ronaldo benar-benar pindah ke Man City, klub rival sekota The Red Devils.

“Saya pikir Anda akan melakukan apa yang benar untuk Anda dan keluarga. Semua orang tahu saya takkan mau main untuk Liverpool atau Man City. Itu jelas, tapi setiap orang berbeda,” kata Rooney, dikutip dari Metro, Jumat 27 Agustus 2021.

“Saya tidak yakin ini akan terjadi. Saya pikir peluangnya lebih besar ke PSG jika dia meninggalkan Juventus. Tapi ini sepak bola, semua bisa terjadi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer. Dia mempertanyakan loyalitas Ronaldo yang pernah enam musim main di Old Trafford dan menjadi pemain kesayangan fans.

“Ketika saya main untuk Manchester United, jika ada klub pesaing mencoba mengontrak, dan saya pindah, di mana loyalitasnya? Loyalitas adalah salah satu nilai yang sangat saya junjung tinggi,” katanya.

“Saya tidak mengharapkan pemain yang telah bermain untuk klub selama 10 tahun mau pergi ke klub rival sekota. Saya tahu kami profesional, tapi ketika Anda bermain untuk Manchester United, Anda tidak akan pindah ke Man City,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini