Ridwan Kamil Raih Predikat ‘Gubernur Milenial’

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meraih penghargaan ‘Millennial Governor of The Year’ atau ‘Gubernur Milenial’ dalam ajang Anugerah Indonesia Maju 2018-2019 yang digelar media grup Warta Ekonomi dan harian Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin malam, 8 April 2019.

Ridwan pun bersyukur atas apresiasi tersebut. Namun ia menegaskan jika apa yang ia kerjakan selama ini bukan semata untuk mengejar penghargaan. Akan tetapi, bekerja karena amanah rakyat.

“Saya akan terus memperbaiki, menyempurnakan,” katanya, dikutip Selasa, 9 April 2019.

Penghargaan itu sendiri diberikan karena selama ini sosok RK dikenal sebagai tokoh perubahan yang dekat dengan kalangan milenial dan generasi Z.

Usai menerima penghargaan, RK pun mengunggah postingan di akun Instagram soal predikat ‘Gubernur Milenial’ yang baru saja diraihnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini