Relaksasi Peraturan IPO Berdampak Positif Bagi Perusahaan Berbasis Teknologi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Relaksasi peraturan terkait penawaran saham perdana (IPO) dinilai bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan berbasis teknologi yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu diungkapkan oleh kepala Ekonomom BCA, David Sumual.

Regulasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata dia dapat meningkatkan kinerja saham-saham di sektor teknologi seperti yang terjadi di bursa AS, Eropa hingga Cina.

“Kalau dulu, saham komoditas yang diburu investor, tapi sekarang saham-saham teknologi jadi primadona. Di Eropa dan Amerika, investor menunjukkan antusiasme besar pada saham-saham sektor teknologi,” katanya.

Saat ini, sejumlah perusahaan berbasis teknologi start-up seperti Bukalapak, Ruangguru, GoTo dan Traveloka disebut-sebut segera melepas saham ke bursa saham domestik.

Menurut David, momentum IPO dari berbagai unicorn tersebut perlu mendapatkan kemudahan regulasi dari pemangku kepentingan terkait, salah satunya adalah peraturan mengenai profitabilitas untuk memudahkan start-up dalam mencari pendanaan.

“Perlu aturan yang meringankan mereka untuk bisa listing di bursa. Misalnya, salah satu yang sulit itu adalah peraturan terkait profitabilitas,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, kemudahan perizinan, biaya listing yang lebih murah maupun kecepatan administrasi menjadi beberapa aspek yang ditunggu perusahaan teknologi yang akan IPO.

Dengan adanya pembenahan peraturan yang disertai sinyal kuat dari para investor, start-up bisa jadi daya tarik tersendiri bagi masuknya investasi asing ke dalam negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini