Rekor, Messi Sumbang 34 Trofi untuk Barcelona

Baca Juga

MINEWS, CAMP NOU – Sejarah kembali dicetak Lionel Messi di musim 2018-2019. Pemain tim nasional Argentina ini berhasil menyabet trofi LaLiga untuk kesepuluh kalinya, usai Barcelona mengalahkan Levante 1-0, Minggu 28 April 2019 dinihari WIB.

Dengan torehan prestasi itu, secara keseluruhan Messi sudah menambah koleksi gelar menjadi 34 trofi selama di Barcelona. Mengutip Marca dan AS, La Pulga tinggal membutuhkan dua trofi lagi untuk menyamai 12 gelar LaLiga milik Francisco Gento, yang semuannya didapat bersama Real Madrid.

Dua trofi itu bisa didapat Messi jika Barca menang di final Coppa del Rey melawan Valencia dan Liga Champions.

Secara total Messi sudah mengoleksi 34 gelar di Barca, yakni dengan rincian 10 gelar LaLiga, enam Coppa del Rey, delapan Piala Super Spanyol, empat Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dan tiga gelar Piala Dunia Antarklub.

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini