Rayakan Idul Adha, Polda DIY Ikuti Qurban Presisi Oleh Kapolri Secara Virtual

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Merayakan Hari Raya Idul Adha 1444 H serentak se-Indonesia, Polda DIY mengikuti secara virtual acara Kurban Presisi yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (Rabu, 29 Juni 2023).

Acara yang diselenggarakan di Lobby Polda DIY tersebut dihadiri oleh Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., Wakapolda DIY dan Pejabat utama Polda DIY serta juga para Kapolres/Ta yang mengikuti secara virtual di wilayah masing-masing.

Sebanyak 541 ekor hewan kurban serta 10 ton daging olahan rendang akan dikirimkan ke sejumlah satuan wilayah dan pondok pesantren. Kemudian daging olahan tersebut akan dikirimkan menggunakan kendaraan Bhabinkamtibmas dan mobil Patroli perintis Presisi.

Dalam acara tersebut, Kapolri melepas secara simbolis pendistribusian hewan kurban dan daging olahan rendang tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Nugroho Arianto, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa acara tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh satuan wilayah di Indonesia termasuk Polda DIY.

“Total keseluruhan hewan kurban yang telah didistribusikan oleh Mabes Polri dan satwil se-Indonesia sebanyak 9.300 ekor dengan rincian 5.765 sapi dan 3.535 kambing yang didistribusikan untuk masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Kabidhumas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini