Ratusan Orang Bernama Asep Padati Pendopo Kabupaten Garut Hari Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, GARUT – Jika hari ini 23 Juni 2019 kamu tidak bisa bertemu teman yang bernama Asep, mungkin dia sedang mengikuti halal bihalal pemilik nama Asep di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemilik nama Asep di Garut kini berjumlah 6000 orang.

Ketua panitia yang juga Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani mempersilakan siapa saja yang bernama Asep silakan hadir di acara tersebut.

“Siapa saja yang bernama Asep silakan datang,” kata Asep Jelani di Garut.

Peserta tidak hanya berasal dari Garut, tetapi akan dihadiri dari beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya.

Nama Asep, menurut Asep Jelani, paling banyak dipakai orang Sunda. Kini nama itu menjadi kebanggan tersendiri bagi penyandangnya karena selain ungkapan kasih sayang orang tua, nama itu membawa kekhasan tersendiri yaitu Sunda.

Menurut catatan Paguyuban nama Asep, hingga kini di Garut saja ada lebih dari 6000 orang bernama Asep. Sementara yang tergabung dalam Paguyuban hanya sekitar 2000 orang.

Selain halal bihalal banyak kegiatan yang dilakukan perhimpunan Asep tersebut, antara lain Konferensi Asep-Asep di Bandung tahun lalu.

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini