Ratusan Napi Ngamuk di Lapas Narkoba Langkat, Kendaraan dan Bangunan Dibakar

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kerusuhan kembali terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kali ini menimpa Lapas Narkoba di Jalan Simpang Farm Desa Domba, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Kamis 16 Mei 2019. Ratusan narapidana mengamuk dan merusak bangunan lapas.

Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting membenarkan soal kericuhan itu.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, menggambarkan kericuhan yang terjadi di dalam lapas. Video itu direkam oleh salah seorang napi. Mobil ambulan dirusak dan sejumlah sepeda motor dibakar.

Dalam video itu, para napi di dalam lapas tampak sibuk menggunakan ponsel dan menelpon. Mereka juga sibuk merekam kericuhan itu. “Pintunya jebol, pintunya jebol,” ucap salah satu napi dalam video itu kegirangan.

Kemudian napi lainnya mengatakan “ricuh lapas, kami berontak ini,” ujar napi lainnya menimpali.

Dalam video tersebut, napi lainnya meminta rekan mereka agar masuk ke dalam gedung. Tak hanya itu, kaca-kaca gedung juga sudah hancur dihantam batu. Warga binaan juga sudah membuka beberapa gerbang. Namun belum diketahui, apakah ada narapidana yang kabur atau tidak.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya sehingga para tahanan/ narapidana tersebut melakukan pembakaran.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini