Ratu Elizabeth II ‘Jualan’ Saus Tomat Seharga Rp130 Ribuan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kerajaan Inggris mulai melirik saus tomat sebagai sumber pendapatan. Saus pelengkap sajian ini dijual seharga 6,99 Pound sterling atau setara Rp136 ribu.

Dilansir dari The Sun, Rabu 19 Januari 2022, saus tomat ini diproduksi di kediaman Ratu Elizabeth II di Sandringham, Norfolk. Produksi kerajaan ini akan bersaing dengan brand saus tomat yang telah legendaris, Heinz.

Saus tomat Sandringham terbuat dari beberapa bahan, mulai dari kurma, jus apel, dan rempah-rempah. Saus ini disebutkan cocok untuk teman sarapan atau santapan sepanjang hari.

Selain itu, saus tomat produksi kerajaan ini juga ditambahkan dengan cuka. Dengan harga Rp136 ribu, konsumen bisa membeli untuk saus tomat ukuran 295 gram.

Namun, harga tersebut cukup mahal jika dibandingkan dengan saus tomat milik Heinz. Untuk saus tomat ukuran 600 gram, Heinz menjual seharga 2,89 Pound sterling atau setara Rp56,4 ribu di supermarket Tesco.

“Jika saya membayar 6,99 Pound sterling untuk sesuatu, saya ingin anggur di dalamnya,” kata seorang warga Norfolk, Kate Taylor.

Dalam sebuah gambar yang beredar, tampak saus tomat produksi kerajaan ini berbentuk memanjang dengan tutup botol berwarna putih. Pada bagian leher botol, terdapat stiker yang mengelilingi dengan logo kerajaan Inggris.

Berlanjut ke bagian tengah, stiker botol didominasi warna biru muda, biru tua, dan merah. “The orginal HM sauce Queen dips into ketchup market,” demikian bunyi keterangan tersebut.

Sementara, pada bagian terbawah botol terdapat pula gambar Istana Buckingham. Botol tersebut tampak dipenuhi saus tomat bernuansa merah gelap.

Mantan koki istana Darren McGrady membagikan kebiasaan makan Ratu Elizabeth II. Ia sempat menjabat sebagai koki pribadi Ratu di Istana Buckingham selama 15 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini