Ratu Elizabeth II Akan Tampil Tegar di Upacara Pemakaman Pangeran Philip

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pemimpin spiritual Gereja Anglikan, Justin Welby meminta publik Inggris berdoa untuk Ratu Elizabeth II yang ditinggal sang suami, Pangeran Philip yang telah menemaninya selama hampir tujuh dekade.

Duke of Edinburg –gelar bangsawan Pangeran Philip, menghembuskan nafas terakhir di usia 99 tahun pada Jumat (9/4). Pangeran Philip yang meninggal di Kastil Windsor sempat dirawat selama sebulan karena penyakit jantung dan meninggalkan rumah sakit pada Maret.

Sang putra, Pangeran Andrew mengatakan bahwa sang ibu yang berusia 94 tahun itu tabah dalam menghadapi kehilangan sosok yang dicintai, Pangeran Philip, yang meninggalkan kekosongan yang sangat besar dalam hidup Ratu Elizabeth II.

Upacara pemakaman Pangeran Philip akan berlangsung pada Sabtu (17/4) di Kapel St. George dan siarkan langsung di televisi. Namun, berdasarkan surat wasiatnya, Pangeran Philip tak ingin pemakamannya dilakukan secara besar-besaran seperti layaknya keluarga kerajaan.

Welby, Uskup Agung Canterbury yang akan memimpin kebaktian bersama dekan Windsor, mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II akan tampil tegar saat berada di upacara pemakaman sang suami.

“Dia adalah Ratu, dia akan berperilaku dengan martabat luar biasa dan keberanian luar biasa, seperti yang selalu dia lakukan. Dan pada saat yang sama, dia mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang telah dinikahinya selama 73 tahun,” kata Welby, melansir Reuters.

“Saya pikir itu pasti hal yang sangat, sangat mendalam dalam kehidupan setiap orang, dan saya berharap bahwa seluruh bangsa, jika mereka percaya akan hal itu, maka mereka berdoa untuknya, jika tidak maka mereka bersimpati dan, di dalam hati mereka, menawarkan belasungkawa kepadanya, dan harapan baginya untuk menemukan kekuatan di saat yang pasti merupakan saat yang menyedihkan,” sambungnya.

Sebagai catatan, di tengah pandemi Covid-19 dan peraturan pemerintah Inggris, pemakaman Pangeran Philip hanya akan dihadiri 30 orang terutama keluarga inti, seperti anak, putra, dan cucu.

30 nama yang akan hadir dalam pemakaman Pangeran Philip adalah: Ratu Elizabeth, Pangeran Charles dan Camilla (istri), Putri Anne dan Sir Timothy Laurence (suami), Pangeran Andrew, Pangeran William dan Kate Middleton (istri), Pangeran Harry, Putri Eugenie dan Jack Brooksbank (suami), Putri Beatrice dan Edoaardo Mapelli Mozzi (suami), Pangeran Edward dan Sophie (istri).

Peter Phillips (anak Putri Anne), Zara Tindall (anak putri Anne) dan Mike (suami), Sarah Chatto dan Daniel (suami), Earl (putra dari almarhumah Putri Margaret), Duke of Gloucester (sepupu pertama Ratu), Duke of Kent (putra almarhum Raja George), Putri Alexandra (sepupu Ratu), Bernhard Hereditary (cucu adik kedua Pangeran Philip, Theodora), Pangeran Philipp of Hohenlohe-Langenburg (anggota keluarga Pangeran Philip), The Countess Mountbatten of Burma (teman dekat), dan Pangeran Donatus.

Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II menikah tahun 1947. Keduanya dikaruniai empat anak, delapan cucu, dan 10 cicit. Putra pertama mereka, Pangeran Wales, Pangeran Charles, lahir tahun 1948, diikuti oleh saudara perempuannya, Putri Kerajaan, Putri Anne, tahun 1950, Adipati York, Pangeran Andrew, tahun 1960 dan Earl of Wessex, Pangeran Edward tahun 1964.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini