Ramadan, Pemain Man City Gundogan Kirim Makanan ke Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan mengirimkan lebih dari 3.000 makanan ke Indonesia untuk mereka yang membutuhkan selama bulan Ramadan.

Sebagai bagian dari kerja sama dengan fans City, pemain kelahiran 24 Oktober itu membagikan makanan ke Kota Jakarta dan panti asuhan setempat.

Tak hanya makanan, Gundogan juga memberikan hadiah lain berupa jersey City lengkap dengan nama dan nomor 8 di bagian belakang.

Puasa, yang merupakan Rukun Islam ketiga, mengajarkan untuk saling membantu dan sedekah kepada yang membutuhkan. Untuk itu, Gundogan ingin berbuat kebaikan sesuai ajaran Islam dengan membantu mereka yang membutuhkan terutama di tengah pandemi Covid-19.

Gundogan memilih Indonesia, sebuah negara di Asia Tenggara, karena merupakan negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia.

Manchester City Supporter Club Indonesia bergerak cepat dan membantu mendistribusikan makanan tersebut ke seluruh bagian Jakarta. Mereka terus berhubungan dengan Gundogan untuk memberikan kabar terkini soal pendistribusian tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemain berusia 30 tahun itu terlibat dalam kegiatan sosial. Sebelumnya, dia meluncurkan kampanye membantu seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang sedang berjuang melawan penyakit tulang langka.

Bersama City, musim ini Gundogan menjalani musim yang baik. The Citizens sudah menjuarai Piala Liga, tinggl selangkah lagi juara Liga Primer Inggris, dan menang 2-1 di leg pertama semifinal Liga Champions.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini