Putri Mantan Dubes Dibunuh, Pakistan Gempar

Baca Juga

MATA INDONESIA, ISLAMABAD – Putri mantan Duta Besar Pakistan dibunuh di kawasan elit Islamabad. Insiden mengerikan ini membuat Pakistan –negara dengan dengan penduduk mayoritas muslim tersebut, gempar.

Noor Mukadam yang berusia 27 tahun itu merupakan putri Shaukat Mukadam –pria yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Pakistan untuk Korea Selatan dan Kazakhstan.

Noor ditemukan tewas di kawasan elit Sektor F-7/4 ibukota, Islamabad, pada Selasa (20/7), demikian surat kabar Dawn melaporkan. Polisi setempat mengatakan bahwa Noor tewas setelah ditembak.

Polisi juga mengungkapkan, seorang teman Noor bernama Zahir Jaffer telah ditangkap sehubungan dengan pembunuhan tersebut.

“Seorang pria bernama Zahir Jaffer, yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, ditangkap di tempat dan dibawa ke kantor polisi,” kata Samaa TV mengutip polisi Islamabad, melansir NDTV.

Pada 16 Juli, Silsila Alikhil yang merupakan putri duta besar Afghanistan untuk Pakistan Najibullah Alikhil di culik selama beberapa jam oleh kelompok penyerang tak dikenal.

Berdasarkan laporan medis, perempuan berusia 27 tahun itu mengalami pukulan di kepalanya, memiliki bekas tali di pergelangan tangan dan kakinya dan dipukuli dengan parah.

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan antara dua negara tetangga dengan Afghanistan yang mengklaim Pakistan mengirim ribuan gerilyawan jihad ke perbatasan dan menyediakan tempat yang aman bagi Taliban.

Pihak Pakistan dengan tegas membantah tuduhan yang dibuat oleh Afghanistan, dengan mengatakan polisi di Islamabad tidak menemukan bukti pendukung dari dugaan penculikan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini