Putin Ingin Memecah Belah Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menanggapi pengumuman Presiden Vladimir Putin yang memerintahkan pasukan Rusia – termasuk unit yang mencakup senjata nuklir, dalam siaga tinggi.

AS menilai bahwa langkah Presiden Putin adalah sebuah ancaman untuk membenarkan agresi lebih lanjut di Ukraina yang telah digempur – baik dari darat, laut, maupun udara, sejak Kamis (24/2).

“Ini adalah pola yang kami lihat dari Presiden Putin selama konflik, yang membuat ancaman yang tidak ada untuk membenarkan agresi lebih lanjut,” kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki di ABC, melansir Al Jazeera.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengecam keras langkah Presiden Putin.

“Itu berarti Presiden Putin terus meningkatkan perang ini dengan cara yang sama sekali tidak dapat diterima,” kata Thomas-Greenfield dalam sebuah wawancara di CBS.

Miro Popkhadze, seorang analis di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri, mengatakan bahwa pengumuman Putin dimaksudkan agar dianggap sebagai ancaman oleh Eropa.

“Tujuannya adalah untuk memecah Uni Eropa dan melemahkan dukungan blok itu untuk Ukraina. Tidak mungkin (ini akan berhasil),” kata Popkhadze.

Moskow telah menghadapi kecaman internasional sejak meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada pertengahan pekan lalu. Pasukan Rusia telah menghadapi perlawanan yang gigih ketika mencoba memasuki kota-kota besar Ukraina.

Di mana warga Ukraina secara sukarela membantu mempertahankan negara mereka, mengambil senjata yang didistribusikan oleh pihak berwenang, dan mempersiapkan bom api untuk melawan pasukan Rusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini