PT INKA Bakal Bangun Jalur Trem di Kota Bogor

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Rencana pengadaan trem oleh pemerintah Kota Bogor terus dimatangkan. Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan bahwa nanti yang akan membangun sarana dan prasarana seperti jalur trem adalah PT INKA.

Dirinya, sudah melakukan pembahasan dengan Dirut PT INKA dan jajarannya, soal rencana pembangunan prasarana trem.

Mengenai anggaran prasarana trem, PT INKA menyebutkan bahwa dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 miliar meliputi pembangunan stasiun, stasiun charger, dan lain sebagainya.

Rencananya, kata Bima akan dibangun sebanyak 12 halte dengan jalur trem sepanjang 7,7 kilometer. Nantinya, dalam durasi 1 jam operasional, trem mampu mengangkut 1.200 penumpang.

Sementara untuk pengadaan trem, Bima mengaku bahwa opsi yang ada cukup banyak. Selain hibah dari Belanda, pilihan lain yakni trem yang dibuat PT INKA.

Bima menilai, trem hibah dari Belanda jika dilihat dari segi biaya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengangkutnya ke Kota Bogor. Sementara trem PT INKA, selain buatan dalam negeri juga dinilai lebih murah dari segi anggaran yang dibutuhkan.

Menurutnya, yang membedakan trem buatan PT INKA dengan trem hibah dari Belanda adalah sumber energi yang digunakan, yaitu baterai bukan menggunakan listrik. Jadi lebih menarik dan lebih simpel dan sesuai konsep kota Bogor Heritage City.

 

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini