Proyek Kopi Nusantara Sejahterakan Petani

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara diharapkan dapat menyejahterakan petani kopi Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.  

Menurutnya, proyek ini memperbaiki ekosistem bisnis kopi melalui sinergi dari BUMN, swasta, asosiasi dan juga pemerintah daerah.

“Dengan sinergi ini, kami berharap kesejahteraan petani kopi Indonesia juga dapat meningkat dan memberikan nilai tambah bagi komoditas kopi Indonesia,” kata Erick seperti dikutip dari akun resmi Instagram-nya @erickthohir di Jakarta.

BUMN membangun ekosistem Makmur untuk menyeimbangkan ekonomi, mendukung pertumbuhan bisnis untuk semua, dan menyejahterakan masyarakat. Melalui PMO Kopi Nusantara, ekosistem Makmur mulai berjalan untuk industri kopi.

“Sudah seyogyanya kita membangun ekosistem kita sendiri, ekosistem Indonesia dalam persaingan di dunia global. Kopi ini punya kesempatan yang luar biasa, kita harus kembali memetakan berapa besar potensi pasar luar negeri dan dalam negeri karena ini faktor keseimbangan saja satu dengan lainnya. Di sinilah kami mencoba untuk membentuk PMO,” katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun ekosistem untuk kopi.

Kesiapan BUMN ini karena 96 persen dari produksi kopi terkait dengan petani. Berbeda dengan kelapa sawit di mana sawit itu sudah 60 persen swasta dan 40 persen petani.

Erick Thohir memandang BUMN punya tanggung jawab untuk mencari solusi bagi kesejahteraan petani kopi.

Hal ini dikarenakan harga kopi dunia sedang naik, tetapi harus dipastikan jangan kenaikan harga kopi ini justru menaikkan yang namanya penjual di tengah, tidak langsung kepada petani.

Selain itu, Presiden RI Joko Widodo ingin seluruh program di kementerian dan lembaga benar-benar didorong untuk menyasar langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Manfaat B50 bagi Ekonomi, Lingkungan, dan Kemandirian Energi Nasional

Oleh: Muhammad Nanda*Program mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis yang menandai semakinkuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi nasional. Di tengahdinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia, kebijakan ini hadir sebagai solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapijuga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan biodiesel berbasisminyak sawit sebagai pengganti sebagian besar solar fosil menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energinasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut merupakan bentuk transformasi kebijakan energi yang mengintegrasikan kepentinganekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu arah pembangunan nasionalyang saling mendukung.Dari sisi ekonomi, implementasi B50 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadappenguatan neraca perdagangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, impor solar menjadi salah satufaktor yang menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara. Ketergantungan terhadappasokan energi dari luar negeri juga membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyakdan gangguan distribusi global. Dengan meningkatnya porsi biodiesel dalam konsumsi energinasional, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara bertahap sehingga devisa negara dapatdihemat dalam jumlah yang besar. Penghematan tersebut bukan sekadar mengurangi bebananggaran, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa dapatdialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif lainnya.Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai bahwa setiap liter...
- Advertisement -

Baca berita yang ini