Program PEN Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sangat bermanfaat dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sekretaris BRGM Ayu Dewi Utari mengatakan rehabilitasi mangrove bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di masa pandemi.

Salah satu kegiatan penanaman mangrove melalui Program PEN dilakukan BRGM yakni di Kampung Maibo, Sorong, Papua Barat, seluas 50 hektare.

“Kami melihat masyarakat di sini bergantung pada ekosistem mangrove. Papua ini indah, subur dan harus dijaga. Kami berharap kegiatan rehabilitasi mangrove ini jadi pemacu semangat masyarakat untuk hidup lebih baik,” ujarnya.

Pulihnya ekosistem mangrove kata dia bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan, seperti melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air laut, meningkatkan produksi hasil laut, serta dapat menjadi destinasi ekowisata.

Sementara itu Kepala Kampung Maibo Sudin Simurut menilai rehabilitasi mangrove yang dilakukan oleh BRGM melalui Program PEN sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dari upah penanaman mangrove, warga mendapatkan uang harian. Untuk pembayaran upah menanam mangrove ditransfer langsung ke rekening warga,” ujarnya.

Sudin berharap, ada bantuan berupa alat perikanan untuk warga, sehingga mereka tak lagi menambang batu karang, pasalnya, pulihnya ekosistem mangrove dapat meningkatkan jumlah biota laut seperti ikan dan kepiting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini