Pria Keturunan Indonesia Jadi Perusuh di AS, Begini Kata Pakar Hukum Internasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Potret keterlibatan pemuda warga negara Amerika Serikat keturunan Indonesia dalam kerusuhan di Philadelphia viral di media sosial.

Dalam foto yang beredar di instagram @sejarah_x, ia terlihat mengambil sebuah benda yang besar lalu melemparkannya ke kaca gedung Wells Fargo Bank. Atas tindakan tersebut, status kewarganegaraannya terancam dicabut.

Jika dicopot, akankah dia bisa kembali menjadi WNI?

Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menjawab, soal pencopotan kewarganegaraan atau tidak, tergantung kebijakan pemerintah AS.

“Kalau dicopot kewarganegaraannya ya belum tentu bisa jadi WNI lagi. Kan dia sudah tanggalkan melalui proses naturalisasi. Terlebih saat ini dia tak ada di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin 1 Mei 2020.

Ia pun menyarankan agar warganet tak terprovokasi dengan kejadian ini karena urusan status kewarganegaraannya bukan lagi tanggung jawab Indonesia.

“Dia kan WN AS keturunan Indonesia. Jadi yang tanggung jawab ya pemerintah AS,” kata Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) tersebut.

Pun soal soal pencopotan status kewarganegaraan tak mungkin bisa dilakukan serta merta karena ada mekanisme dan prosedur hukum yang harus dilalui di AS.

“Biasanya ya harus menghadapi proses hukum di sana atas tindakannya. Tentu tak bisa langsung cabut kewarganegaraannya oleh pemerintah AS,” ujarnya.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi usai pembunuhan keji terhadap pria kulit hitam bernama George Floyd di Minneapolis, Minnesota, yang dilakukan oleh oknum polisi.

Kematiannya memantik aksi demonstrasi. Kekacauan melanda berbagai kota dan banyak tempat publik ikut dirusak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini