Presiden Ukraina Desak Pasukan Rusia Menyerah

Baca Juga

MATA INDONESIA, KIEV – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mendesak tentara Rusia untuk menyerah. Pernyataan ini ia lontarkan dalam pidatonya yang diunggah ke media sosial pada Selasa (15/3) pagi waktu Kiev.

“Atas nama rakyat Ukraina, saya memberi Anda kesempatan. Jika Anda menyerah kepada pasukan kami, maka kami akan memperlakukan Anda sebagaimana seharusnya diperlakukan – sebagai manusia, dengan sopan,” kata Presiden Zelenskyy.

Dalam pidatonya, presiden berusia 44 tahun itu juga mengungkapkan bahwa sejak awal pertempuran hingga saat ini, Rusia telah kehilangan 90 pesawat tempur dan pasukan Rusia tidak mengharapkan perlawanan seperti itu.

“Mereka percaya pada propaganda pemerintah Rusia, yang telah berbohong tentang kami selama beberapa dekade,” sambungnya, melansir Financial Times, Selasa, 15 Maret 2022.

Seruan terhadap pasukan Rusia untuk menyerah, sejatinya bukanlah yang pertama kalinya dihembuskan pemerintah Ukraina. Dua pekan lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menawarkan uang tunai dan amnesti kepada tentara Rusia jika mereka menyerah.

Sementara dalam pidato akhir pekan lalu, Presiden Zelenskyy mengatakan ribuan tentara Rusia ditangkap atau menyerah. Pun dengan Pentagon yang mengatakan hal serupa, tetapi tidak menyebutkan berapa banyak yang menyerah.

Terakhir, Presiden Zelenskyy mengucapkan terima kasih kepada warga Rusia yang terus memerangi disinformasi mengenai perang.

“Bagi mereka yang tidak takut untuk memprotes: Selama negara Anda belum sepenuhnya menutup diri dari seluruh dunia, berubah menjadi Korea Utara yang sangat besar, Anda harus berjuang. Anda tidak boleh kehilangan kesempatanmu,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini