Potensi Kopi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Garut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masa pandemi menjadi pendorong bagi sejumlah desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk mengembangkan Produk Kopi sebagai komoditas unggulan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Kepala Desa Mekarwangi Iwan Sutiawan mengatakan melalui BUMdes sedang menggiatkan masyarakat untuk menanam kopi, karena memiliki potensi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa.

Selama ini, penjualan Kopi yang diproduksi BUMDes Mekar Wangi, sudah sampai ke Bali. Maka dengan memanfaatkan kopi sebagai komoditi unggulan, diharapkan bisa dikenal luas ke daerah lain melalui bantuan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian di Garut mengatakan beberapa desa yang wilayahnya memiliki kebun kopi, sudah mengembangkannya menjadi produk usaha unggulan.

“Mereka memiliki potensi yang cukup besar di samping melihat juga bahwa komoditas kopi ini memiliki prospek ekonomi yang sangat bagus,” kata Ardhy.

Ardhy menyampaikan saat ini sejumlah desa yang sudah mulai mengembangkan potensi kopi di daerahnya itu diantaranya di Kecamatan Cisurupan, Pasirwangi, Cikajang, Tarogong Kaler, dan Malangbong.

Sementara itu, Ketua komunitas Petani Kopi Garut, Juanda mengatakan jenis kopi bemerk ‘Kencana 96’ telah diproduksi oleh komunitas tani beranggotakan 950 orang itu. “Kencana 96 premium quality, merupakan kopi terbaik di Jawa Barat,” katanya.

Untuk diketahui, kualitas kopi di Jawa Barat termasuk yang tertinggi karena lokasi tanam berada di ketinggian 1850 MDPL. Selain itu juga didukung area potensial produksi kopi seluas 2815 hektar, dari 13 lokasi kecamatan.

“Tak heran, jumlah kopi yang dihasilkan oleh para petani bisa mencapai 280,15 ton per tahun/musim,” katanya.

Untuk pemasarannya sendiri, selain di Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, Sumatera dan Jawa, pemasaran kopi tersebut kini juga merambah ke Abu Dhabi (Timur Tengah).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini