Polri Didesak Selidiki Dugaan Praktik Penimbunan Minyak Goreng yang Dilakukan Partai Politik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polri jangan hanya membongkar praktik penimbunan minyak goreng yang dilakukan para spekulan, tetapi juga partai politik.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa, Rudi S. Kamri yang dikutip dari Kanal Anak Bangsa, Kamis 17 Maret 2022.

“Mengapa polisi tidak berani membongkar penimbunan yang dilakukan oleh partai politik itu,” ujar Rudi.

Hampir semua partai politik tampaknya melakukannya demi meraup suara pada Pemilu 2024. Mulai dari PDI Perjuangan, PSI, hingga Partai Demokrat dan PKS pun melakukannya.

Saat masyarakat kesulitan mencari minyak goreng murah bersubsidi, partai politik dengan mudahnya memperoleh kuota hingga berton-ton.

Rudi mendesak Polisi menyidik fenomena yang janggal itu, apalagi tujuan mereka kemungkinan besar untuk meraup suara di 2024.

Jika minyak goreng tersebut mereka peroleh dari Kementerian Perdagangan, juga harus diselidiki sampai tuntas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini