Polri dan TNI Bersatu Kawal Sidang MK agar Tetap Kondusif

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa pilpres bakal digelar pada esok hari, 27 Juni 2019. Polri dan TNI berkomitmen untuk menjaga dan mengawal proses berjalannya sidang tersebut agar tetap kondusif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa situasi keamanan di MK pada hari ini, Rabu 26 Juni 2019, cukup kondusif.

“Aparat keamanan juga sudah melakukan massive on stop di sejumlah zona, di mana akan dilakukan pengamanan,” ujar Dedi di Jakarta.

Dedi menegaskan bahwa untuk operasional pengamanan terutama pasukan yang langsung berhadapan dengan masyarakat tidak dilengkapi dengan senjata api dan peluru tajam.

Sementara untuk yang menggunakan senjata api, hanya akan digunakan oleh pleton anti anarkis. Penggunaannya pun di bawah kapolda dan akan dipakai secara selektif, jika eskalasi ancaman sudah sangat meningkat.

Uuntuk segala kegiatan unjuk rasa di depan dan sekitar gedung MK, kata Dedi, dilarang karena dianggap akan mengganggu proses berjalannya sidang.

Ini salah satu upaya dari pihak Polri maupun TNI serta instansi terkait untuk menjaga agar sidang tetap berjalan aman dan tertib sehingga kericuhan seperti 22 Mei lalu tak terulang lagi.

Sekitar 47 ribu personel gabungan kepolisian dan militer, akan diterjunkan memastikan situasi di DKI Jakarta aman selama MK membacakan hasil putusannya.

Aksi demo kali ini akan ditangani oleh Polda Metro Jaya dan akan diarahkan ke Monas atau di sekitar patung kuda.

“Aksi ini tetap kita dukung dan fasilitasi sebagai bentuk penghargaan terhadap kebebasan berdemokrasi. Tapi akan kita lihat juga tema dan tujuan aksi ini apa? Alat peraganya apa? Waktunya dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Kalau lebih dari itu dilarang,” kata Dedi.

Ia juga memaparkan bahwa sejauh ini pihak Polri sudah lakukan monitor dan ada beberapa massa dari luar Jakarta yang sudah masuk. Ia pun berharap agar semua pihak bersama-sama menjaga situasi di ibukota agar tetap kondusif sehingga tak mengganggu aktivitas masyarakat Jakarta yang jauh lebih banyak.

Untuk mobilisasi massa dari luar Jakarta, Dedi bilang, pihak Polri telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dari daerah lain untuk melakukan pendekatan persuasif. Ini merupakan bentuk edukasi dan antisipasi atas membludaknya massa yang bakal datang ke sini. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini