Pileg 2024, Golkar Targetkan Raih 24 Kursi DPRD Jawa Barat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ketua DPD Golkar Jawa Barat, TB Ace Hasan Syadzily menargetkan untuk menambah sembilan kursi di DPRD Jawa Barat dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

“Bukan hal yang mudah menambah sembilan kursi. Perlu kerja keras. Pada Pemilu 2019, kita meraih 16 kursi, hingga Golkar berada di peringkat empat,” kata Ace saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jumat 3 Juni 2022.

Hasil analisis sementara, jumlah pemilih di Jawa Barat pada 2024 mencapai 34 juta pemilih. Dia menargetkan Golkar meraih 20,37 persen suara dari jumlah pemilih.

“Dalam forum ini, kami ingin rumuskan target yang jelas. Dari proses yang telah kami lakukan, kami targetkan 20,37 persen kemenangan Golkar di Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya, dengan meraih 20,37 persen suara, maka perwakilan Golkar di DPRD Provinsi Jawa Barat akan menjadi 24 kursi dari sebelumnya pada Pileg 2019 meraih 16 kursi.

Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto meminta kader Golkar bekerja keras agar dalam Pemilu 2024 meraih kejayaan, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kita harus bekerja keras, sistematik dan kita memenangkan Golkar di Jawa Barat,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini