Mata Indonesia, Davos, Swiss – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menandai kembalinya Indonesia ke panggung dialog ekonomi global setelah hampir satu dekade. Momentum ini menegaskan arah baru kepemimpinan Indonesia yang semakin aktif, percaya diri, dan berpengaruh dalam percaturan dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo di WEF bukan sekadar simbolik, melainkan membawa agenda strategis nasional.
“Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos menandai kembalinya Indonesia ke panggung dialog ekonomi global setelah sekitar satu dekade absen,” ujar Teddy.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan pemimpin dunia dan CEO global, Presiden Prabowo menegaskan fondasi kuat ekonomi Indonesia, khususnya terkait kredibilitas fiskal dan stabilitas keuangan negara.
“Dalam sejarah kita, Indonesia tidak pernah sekali pun gagal membayar utang kita. Tidak sekali pun,” tegas Presiden Prabowo.
Komitmen tersebut diperkuat dengan penegasan bahwa Indonesia menjamin kepastian hukum bagi investor dan berani mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran.
“Indonesia adalah negara yang menjamin kepastian hukum bagi para investor,” kata Presiden Prabowo.
Agenda diplomasi Presiden Prabowo juga menghasilkan capaian konkret. Lawatan ke Inggris membuahkan komitmen investasi senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun, termasuk kerja sama maritim dan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang diproduksi di dalam negeri.
“Yang menarik, kapal-kapal ini nanti akan diproduksi dan dirakit di Indonesia, dan diperkirakan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang,” ungkap Seskab Teddy Indra Wijaya.
Selain sektor maritim, Presiden Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan dengan Inggris, khususnya di bidang kedokteran dan STEM.
“Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas di Indonesia, terutama dalam bidang kedokteran dan STEM, menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” ujar Teddy.
Di hadapan forum global, Presiden Prabowo turut memaparkan keberhasilan program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Program makan bergizi gratis berhasil menciptakan ratusan ribu pekerjaan,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Dalam isu global, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas dunia.
“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan,” tegas Presiden Prabowo.
Sikap tersebut diperkuat dengan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan komitmen untuk mengurangi penderitaan rakyat Gaza.
“Ini adalah peluang nyata untuk mencapai perdamaian di Gaza, agar penderitaan rakyat Gaza bisa sangat berkurang,” ujar Presiden Prabowo.
Sejumlah pengamat menilai kepemimpinan Presiden Prabowo telah meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia. Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyebut Indonesia kini semakin disegani secara internasional.
“Harus diakui, di era kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia terlihat jauh lebih aktif berkiprah di panggung internasional sehingga semakin dihormati negara-negara lain,” ujarnya.
Optimisme serupa datang dari kalangan diaspora. Mahasiswa Indonesia di Swiss, Alvin Wihono, menilai Presiden Prabowo memiliki visi global yang jelas.
“Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar,” kata Alvin.
Apresiasi juga datang dari tokoh dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan memberikan pujian langsung terhadap sosok Presiden Prabowo.
“Tough guy!” ujar Trump dalam salah satu pertemuan di sela WEF 2026.
Secara keseluruhan, pidato dan rangkaian agenda Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kembali hadir di panggung global, tetapi tampil sebagai negara dengan kepemimpinan kuat, agenda jelas, dan keberanian bersuara, sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.
