Pesan Persatuan dari Syekh Al Azhar Mesir untuk Hadapi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Dunia tengah menghadapi pandemi global corona atau Covid-19. Grand Syekh Al Azhar Mesir Al Sharif Ahmad Al Thayyeb meminta seluruh negara agar berbagi tanggung jawab dalam perang terhadap virus ini.

Ia juga meminta agar seluruh lembaga Islam di dunia bersatu padu dan saling membantu untuk sama-sama menghadapi Covid-19.

“Kita harus ditentukan dalam niat kita dan melanjutkan memikul tanggung jawab dengan cara yang ketat dan tanpa kompromi,” kata Al Thayyeb, seperti dikutip dari bnh.bh, Senin 30 Maret 2020.

Ia juga menegaskan, dalam Islam dilarang menyebarkan desas-desus atau kabar buruk tentang sebuah penyakit, dalam hal ini Covid-19. Alasannya, karena itu dapat menakut-nakuti orang lain dan mengurangi kepercayaan orang terhadap langkah-langkah yang diupayakan pemerintah untuk melindungi rakyat.

Al Tayyeb mengapresiasi pengorbanan besar yang dilakukan oleh dokter, perawat, dan profesional perawatan kesehatan yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk memerangi wabah berbahaya ini.

Dia juga menyatakan penghargaannya atas upaya besar yang dilakukan oleh pejabat pemerintah di seluruh dunia, mengatakan mereka telah menawarkan kita harapan bahwa kita akan dapat mengatasi dan mengalahkan pandemi ini.

“Pesan saya kepada semua orang yang menderita Covid-19 di Mesir dan di seluruh dunia adalah: Kami bersama Anda dengan sepenuh hati dan berdoa kepada Allah SWT untuk pemulihan Anda yang cepat dan belas kasihan pada mereka yang telah kehilangan nyawa sambil memberikan kesabaran dan hiburan pada orang yang mereka cintai,” ujar Al Thayyeb.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini