Pesan di Bulan Ramadan dari Habib Abdillah: Muliakanlah Anak Yatim

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – Ada banyak manfaat dan keutamaan jika menyayangi anak yatim-piatu. Selain mendatangkan keberkahan dalam hidup, menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah akhlak seorang muslim.

Nasihat ini disampaikan Habib Abdillah bin Zedh di sela-sela kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang, di sekretariat PWI Karawang, Jumat 8 April 2022.

Habib mengingatkan besarnya pahala orang yang membahagiakan anak yatim. ”Dalam Al Quran, kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali. Hal ini  menegaskan betapa banyaknya kemuliaan yang diberikan Allah SWT ketika hambanya memuliakan anak yatim,” ujar Habib Abdillah.

Menolong anak-anak yatim dalam keterbatasannya, kata Habib, menjadi ibadah yang akan mendatangkan keridhoan Allah.

Habib mendukung penuh langkah PWI Karawang yang mewujudkan kepeduliannya untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim.

”Semoga pengurus PWI Karawang termotivasi untuk terus rutin melakukan kegiatan santunan untuk anak yatim,” kata Habib, berharap.

Ketua PWI Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen PWI Karawang untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Terlebih dalam momentum bulan suci Ramadan saat ini. ”Ini merupakan wujud kepedulian kami selaku insan jurnalis kepada para anak yatim,” kata dia.

Sebagai informasi, kegiatan santunan tersebut menyasar 20 anak yatim. Turut hadir dalam acara, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Martha Parulina Berliana serta jajaran manajemen Pertamina PHE ONWJ.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini